Ads 468x60px

Thursday, January 3, 2013

Kolaborasi Sukses Soros Dan Warrent Buffet


Siapa sih yang tidak kenal dengan kedua figur orang tersukses abad ini. Mereka tidak lain adalah Soros sang jagoan trading mata uang. Begitu juga dengan Warrent Buffet sang ahli dari saham. Kedua orang ini memiliki track record yang fantastis dalam mengembangkan bisnisnya hingga mereka sukse dan kaya raya. Bagaimana riwayat dan kisah-kisahnya dalam dunia keuangan? Yuk ikuti ulasannya berikut ini.

Warren Edward Buffett (lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930) adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat. Kekayaan Warren Buffett yang luar biasa banyak itu tidak terkumpul dalam satu dua tahun. Tetapi dimulai dari masa mudanya, dimana dia mulai memutar otak dalam mengembangkan asetnya. Kemampuan finansialnya sudah terasah sejak kecil, pada waktu anak-anak sebayanya masih senang bermain sepak bola, dia telah memulai karirnya sebagai seorang pengusaha. Dan dia adalah seorang individu yang bisa mengambil pelajaran dari masa kecilnya.



Bagaimana dengan Soros? Banyak karya yang dihasilkan Soros dalam mengisahkan ihwal kesuksesan yang diraihnya, tetapi kisah sukses dalam soal investasi dan kecerdasan terangkum semuanya dalam bukunya bertajuk "The Alchemy of Finance: Rumus Sukses Dunia Finansial dan Investasi".

Buku ini merupakan kejutan bagi pasar dunia, karena Soros berani berbagi kisah suksesnya. Soros bersiap diri menerima tantangan dari para pesaing bisnisnya dengan meluncurnya buku ini. Bagi Soros, walaupun pesaingnya mengetahui kiat suksesnya melalui buku ini, tetapi Soros tetap yakin bahwa jalan sukses akan selalu datang dalam setiap gerak manusia yang teguh dengan konsistensi dan kreativitasnya. Tujuan Soros adalah agar publik bisnis dunia bisa keluar dari jeratan krisis moneter dan resesi ekonomi global yang terkadang bisa datang setiap saat. Sedangkan pebisnis harus siap dengan berbagai strategi jitu yang visioner.

Di usia 11 tahun, Warren Buffett mendapatkan pelajaran penting dalam berinvestasi, yaitu: bersabarlah! Ceritanya begini, pada saat ia membeli saham pertamanya, berupa tiga unit saham Cities Service Preferred dengan harga US$38,25 per saham untuk dia dan kakaknya, Doris.

Beberapa waktu setelah membeli saham tersebut, ternyata harga saham tersebut malah berkurang menjadi US$ 27 per saham. Dengan perasaan was-was dan penuh kesabaran ia menunggu harga saham tersebut naik dan akhirnya tidak mengalami kerugian. Setelah harga saham perlahan-lahan kembali naik dan pada saat harga saham tersebut mencapai US$40, ia menjualnya.

Warren dapat disebut sebagai salah seorang ikon pasar modal. Perjalanan karier Warren di pasar modal sungguh panjang. Setelah menempuh studi untuk mendapat gelar master di Columbia Graduate Business School, pada 1951-1954, Buffett bekerja sebagai salesman investasi di Omaha. Sesudah itu, pria yang mendapat gelar kehormatan The Oracle of Omaha (Orang bijak dari Omaha) dari warga Kota Omaha, pindah ke New York untuk bekerja sebagai analis sekuritas di Graham-Newman Corporation. Kini Warrent Buffet telah menjadi seorang jutawan nomor dua di dunia.

Sedangkan pada Soros juga menggambarkan dinamika yang terjadi di jalur antara titik-titik ekstrim valuasi dan keseimbangan di pasar. Hal ini penting bagi rata-rata investor yang sudah malang melintang di dunia investasi. Sudah berapa kali kita mengambil keputusan tepat dengan mengambil posisi long (beli) di saat mendekati titik nadhir atau posisi short (jual) di saat mendekati titik puncak pergerakan harga?

Keluasan pengetahuan Soros dibarengi dengan keberanian dalam spekulasi menjadikan dirinya sebagai sosok brilian yang tegar setiap menghadapi persoalan. Serumit apapun yang dihadapi, Soros tetap berusaha tenang menghadapinya, tidak tergiur oleh kriuhan suasana yang gampang menipu. Ketegaran dan ketegasannya di tengah keriuhan inilah yang menjadikannya sebagai prototipe pebisnis yang terus diamati publik.

Banyak yayasan Soros didirikan dan yayasan itu selalu membuka terobosan baru dalam melakukan rekayasa sosial. Bukan uang saja yang ia dermakan, tetapi ide cerdas dan gerakan sosial yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Ya, Soros menjadikan sebuah buku yang menarik untuk dibaca dan dikaji dengan seksama. Langkah bisnis terbarunya, pada Desember 2007 lalu, ia mengakuisisi perusahaan manufaktur dan jasa, Momon Holding dengan nilai US$4,5 miliar.

Namun, daya tahan kita dalam kedua posisi tersebut selama ini lemah (demikian juga imbal hasil kita) akibat ketiadaan pemahaman mengenai jalur pergerakan harga yang sebenarnya. Soros memberi kita pandangan kritis mengenai jalur itu dan oleh karenanya kepercayaan diri yang lebih besar dalam investasi kita perlu ditingkatkan. Semua itu menyumbang 70% dari upaya investasi yang sukses.



Sumber:
http://terakreditasi.blogspot.com
http://bisniskeuangan.kompas.com